Blogger Widgets
Powered By Blogger

Kamis, 15 September 2016

LAPORAN PRODUKSI TANAMAN BUAH " PENANAMAN BIBIT TANAMAN BUAH"


LAPORAN PRODUKSI TANAMAN BUAH
ACARA X
“Penanaman Bibit Tanaman Buah Pilihan Dan Pemeliharaan”

Oleh :
                                  NAMA :  Nico Dwi Ardiyansah       
     NPM      :  E1J013079
     Shift   :  Senin pukul 14:00-16.00 wib
     Dosen          :  Ir. Hermansyah, m.p.
     Coas   :   Ervi Sumarni


          LABORATORIUM AGRONOMI
  FAKULTAS PERTANIAN
   UNIVERSITAS BENGKULU
 2016



BAB I
                                          PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Tanaman sirsak memiliki nama spesies Annona muricata linn., merupakan salah satu tanaman dari kelas Dicotyledonae, keluarga Annonaceae, dan genus Annona. Nama sirsak sendiri berasal dari bahasa Belanda (Zuurzak) yang berarti kantong asam. Tanaman buah tropis ini didatangkan ke Nusantara oleh pemerintah Kolonial Hindia Belanda pada abad ke-19, Zuurzak bukan asli tanaman asli Eropa.
Sirsak merupakan tanaman tahunan yang dapat tumbuh dan berbuah sepanjang tahun jika kondisi air tanah terpenuhi selama pertumbuhannya. Tanaman ini berasal dari daerah tropis di benua Amerika, yaitu hutan Amazon (Amerika Selatan), Karibia, dan Amerika Tengah. Di tempat asalnya, sirsak merupakan buah penting dan bergengsi.
Sirsak merupakan salah satu buah yang memiliki kandungan vitamin B dan C cukup tinggi, mempunyai rasa manis-asam dan menyegarkan, sehingga digemari masyarakat sebagai buah segar maupun olahan. Sebagai tanaman pekarangan komoditas ini masih terbuka cukup lebar untuk dikembangkan. Salah satu faktor yang menjadi kendala dalam pengembangan sirsak ini adalah terbatasnya informasi dan penerapan teknologi budidaya termasuk pemeliharaan tanaman (penyulaman, pengairan, pemupukan, pemangkasan dan sanitasi kebun) yang tepat, sehingga tidak mengherankan apabila produksi dan kualitas buah yang dihasilkan masih rendah dan belum sesuai dengan yang diharapkan.
Pohon Sirsak mempunyai percabangan batang yang rendah. Tinggi pohonnya antara 3 sampai 8 meter. Daunnya memanjang dengan bentuk lanset atau bulat telur terbalik. Bunganya berdiri sendiri berhadapan dengan daun. Bentuk bunga seperti kerucut. Warnanya kuning muda. Dasar bunga cekung, benang sarinya cukup banyak, begitu pula bakal buahnya. Menanam tanaman Sirsak dengan mempergunakan bijinya. Dapat juga dengan cara tempelan atau okulasi. Musim berbuah adalah pada bulan Januari dan Februari setiap tahunnya. Satu bulan sebelum penanaman lubangnya sudah harus dipersiapkan. Persiapan dilakukan dengan jarak 6 meter.

1.2 Tujuan Praktikum          
 1. Mahasiswa mengenal tata cara menanam bibit tanaman buah.
 2. Mahasiswa mengenal tata cara memelihara bibit tanaman buah.


BAB II
  TINJAUAN PUSTAKA

Pertumbuhan adalah pertumbuhan ukuran (massa, panjang) secara kuantitatif  yang  ihasilkan dari pertumbuhan jumlah sel dan bersifat irreversibel (tidak dapat kembali). Perkembangan adalah proses menuju kedewasaan secara kuantitatif terhadap pengembangan tubuh organisme. Secara umum pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan diawali untuk stadium zigot yang merupakan hasil pembuahan sel kelamin betina dengan jantan. Pembelahan zigot menghasilkan jaringan meristem yang akan terus membelah dan mengalami diferensiasi. Diferensiasi adalah perubahan yang terjadi dari keadaan sejumlah sel, membentuk organ-organ yang mempunyai struktur dan fungsi yang berbeda.
Menurut Rustam (2004)  Pertumbuhan adalah peristiwa perubahan perubahan biologis yang terjadi pada makhluk hidup. Menurut Syamsuri (2004) mengemukakan bahwa pertumbuhan diartikan sebagai pertambahan jumlah sel suatu organisme dan bersifat tidak dapat kembali. Pertumbuhan pada suatu makhluk hidup atau organisme dapat diartikan sebagai proses pertambahan biomassa atau ukuran (berat, volume, atau jumlah) yang sifatnya tetap dan irreversible (tidak dapat balik ke kondisi semula ). Jadi, pertumbuhan merupakan suatu konsep kuantitatif yang berkaitan dengan pertambahan massa suatu organisme. (Sri ,2008).
Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan berbiji dimulai dengan perkecambahan yaitu munculnya plantula (tanaman kecil dari dalam biji). Pada umumnya tanaman polongan dapat mempunyai endoperma. Cadangan makanan disimpan dalam kotiledon (daun embrio), yang terlindungi di dalam biji pada saatberkecambah plumula (ujung embrio atau calon kecambah) diselubungi oleh kotiledon, sedangkan calon akar (radikula) diselubungi oleh koleoriza. Bagian batang pada kecambah di atas kotiledon disebut epikotil dan bagian batang kecambah di bawah kotiledon disebut hipokotil. Dalam proses perkecambahan melibatkan proses fisiknya yaitu : terjadi ketika biji menyerap air (imbibisi) akibat dari potensial air rendah pada biji yang kering. Proses kimianya yaitu dengan masuknya air, biji mengembang dan kulit biji akan pecah.






BAB III
METODOLOGI
3.1  Bahan Dan Alat
Bahan dan alat yang digunakan yaitu bibit sirsak, pupuk kandang, cangkul, sabit, bambu, label, gembor.

3.2 Cara Kerja
1. Membuat lubang berukuran 50 x 50 x 50 cm.
2. Memisahkan antara lapisan top soil dan sub soil.
3. Menyiapkan bibit.



















BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Pengamatan
Pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang disajikan pada tabel 1.
Tabel 1. Pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang.
Tanaman
Pengamatan
Tinggi  Tanaman (cm)
Jumlah Daun
Diameter Batang (cm)
Tanaman 1
1
54
20
0,3
2
55
22
0,5
3
56
22
0,55
Tanaman 2
1
51
23
0,5
2
52
25
0,5
3
53
25
0,5

4.2 Pembahasan
              Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilaksanakan  penanaman dilakukan untuk melindungi perakaran tanaman dari kekeringan dan menjamin akar tanaman berinteraksi dengan tanah yang mengandung cukup air. Lubang tanam mempengaruhi sistem perakaran sebab semakin besar lubang tanam maka kemampuan akar untuk menyerap air disekitar daerah perakaran akan semakin besar, begitu sebaliknya. Penanaman pada praktikum ini dilakukan pemisahan antara tanah topsoil dan subsoil. Tanah topsoil diletakan dibagian bawah dekat dengan perakaran sedangkan tanah subsoil diletakan dibagian atas. Hal ini dilakukan karena tanah topsoil mengindikasikan bahan organik yang lebih tinggi dibandingkan tanah subsoil. Kedalaman lubang tanam juga disesuaikan dengan ukuran akar tanaman, ketika tanaman memiliki perakaran yang luas maka lubang tanam yang dibuat harus lebih besar sehingga mempermudah penyerapan hara dan perkembangan akar.
              Perakaran harus terjamin oleh ketersediaan air sebelum penanaman dilakukan, atau penyiraman diperlukan segera setelah penanaman usai. Apabila bibit perlu diairi, air diberikan setelah tanah disekitar daerah perakaran telah dipadatkan. Setelah dilakukan penanaman, pemberian bahan organik berupa pupuk kandang sangat diperlukan untuk menyuplai kebutuhan unsur hara dalam tanah. Pengamatan dilakukan setiap minggu sampai minggu ketiga meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang. Pengamatan dilakukan untuk mengetahui pertumbuhan tanaman yang dibudidayakan.


BAB V
KESIMPULAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarakan praktikum yang telah dilaksanakan, maka dapat disimpulkan bahwa :
1.      Tata cara penanaman tanaman buah umumnya dilakukan seperti tanaman yang lain. tetapi yang perlu diperhatikan pada penanaman tanaman buah yaitu lubang tanam, kondisi tanah, maupun perakaran tanaman. Lubang tanam harus sesuai dengan ukuran dengan daerah perakaran.
2.      Pemeliharaan tanaman buah meliputi pembubunan tanah disekitar batang, penyiraman, pemupukan, dan pengendalian hama dan penyakit. Pemeliharaan tanaman buah umumnya dilakukan secara berkala tergantung pada kondisi tanaman. Pertumbuhan tanaman buah umumnya tidak secepat tanaman pangan namun memerlukan waktu yang cukup lama sehingga diperlukan perawatan yang rutin untuk mengantisipasi kegagalan tumbuh.















DAFTAR PUSTAKA
Pujianto, S. 2008. Pengaruh Cahaya Terhadap Pertumbuhan Biji Kacang Hijau.  Jakarta : Grafika Pena.
Rustam.2004.Bertanam Kacang Hijau. Penyebar Swadaya: Jakarta.
Syamsuri. 2004. Seribu Pena Biologi SMA Kelas XII. Jakarta: Erlangga





















Tidak ada komentar:

Posting Komentar