Blogger Widgets
Powered By Blogger

Kamis, 21 Mei 2015

laporan praktikum pemuliaan tanaman deskripsi varietas


LAPORAN PRAKTIKUM PEMULIAAN TANAMAN
ACARAVI
DESKRIPSI VARIETAS
Disusun oleh :                
                                    Nama : Nico Dwi Ardiyansah
                                    NPM : E1J013079
                                    Shift   : A1 . Senin (08:00-10:00)
                                    Dosen : Dr.Ir.Catur Herison,M.Sc
                                    Coass : 1. Niko Dwitama
    2. Nora Okta
                         
LABORATORIUM AGRONOMI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BENGKULU
2015



BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Penggunaan varietas unggul untuk meningkatkan produksi tanaman merupakan usaha yang paling mudah diserap oleh petani. Semakin banyak varietas yang beredar di kalangan petani, diharapkan peningkatan produksi tanaman dapat terjamin.
Pendiskripsian suatu tanaman sangat membantu dalam dunia pemuliaan tanaman. Umumnya dalam kegiatan pendiskripsian suatu tanaman lebih banyak ke arah sifat-sifat morfologi dari tanaman tersebut. Deskripsi merupakan suatu panduan menyajikan sejarah asal-usul sifat-sifat morfologi, reaksi ketahanan terhadap penyakit dan hama utama serta anjuran tanam. Sifat-sifat morfologis yang disajikan dalam deskripsi sebagian besar merupakan sifat yang diatur secara kuantitatif sehingga penampilannya dapat menimbulkan variasi fisik. Variasi tersebut dapat terjadi pada semua varietas terutama jika ditanam pada lokasi dan musim tanam yang berbeda.
Deskripsi tanaman merupakan salah satu panduan untuk mengetahui apakah tanaman tersebut tahan terhadap hama dan penyakit, adaptif terhadap lingkungan atau tidak.  Dengan begitu diharapkan dalam budidaya tanaman kita lebih mengetahui hal–hal yang harus diperhatikan dalam budidaya, sehingga nantinya tanaman yang dibudidayakan mampu tumbuh dengan baik.
Kegiatan pendiskripsian mengenai sifat tanaman penting karena semakin beragamnya jenis atau varietas dari suatu tanaman. Selain itu, adanya deskripsi tanaman akan memudahkan para pemulia tanaman dalam merakit varietas-varietas yang baru karena data tentang sifat yang diperlukan telah tersedia. Pendeskripsian mengenai suatu varietas dari suatu jenis tanaman sangat penting diketahui sebelum melakukan tindakan selanjutnya pada bidang pemuliaan tanaman.
Deskripsi varietas digunakan sebagai penciri varietas yang memungkinkan identifikasi dan pengenalan varietas yang dimaksud, sebagai pegangan dalam proses sertifikasi dan pemurnian varietas. Penyusunan suatu deskripsi disesuaikan dengan jenis tanamannya. Deskripsi dibuat secara tertulis berdasarkan data pengujian dan dilengkapi dengan foto berwarna dari varietas yang dimaksud.
 Dalam membuat deskripsi tanaman, misalnya tanaman padi perlu dicantumkan data kuantitatif seperti panjang (mm atau cm), lebar (mm atau cm), diameter (mm atau cm), berat (gram atau kg), kandungan vitamin, protein, dsb. Untuk varietas yang diunggulkan ketahanannya terhadap hama dan penyakit atau cekaman lingkungan harus ada uji laboratorium/lapangan mengenai hal ini. Data penunjang yang perlu dilaporkan adalah hasil uji rasa secara organoleptik dan data agroklimat tempat uji adaptasi/observasi dilakukan. 
1.2  Tujuan Praktikum
Untuk mengetahui sifat-sifat dari varietas yang akan dilepas sebagai varietas unggul baru
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
            Penelitian di bidang pemuliaan tanaman dikatakan berhasil, apabila diperoleh produk akhir, yaitu adanya pelepasan varietas unggul baru. Sejak tahun 1971 Pemerintah telah mengambil kebijaksanaan mengenai kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan masalah perbenihan yakni dengan dibentuknya Badan Benih Nasional atau BBN yang berada dalam lingkup Departemen Pertanian dan bertanggung jawab kepada Menteri Pertanian. Dalam susunan organisasi BBN ini antara lain dibentuk Tim Penilai dan Pelepas Varietas. Dalam kaitan ini pada tahun 1992 diberlakukan Undang Undang Nomor 12/1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman di mana pengaturan pelaksanaannya tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 1995 (Sucipto, 1993).
Deskripsi varietas merupakan suatu panduan untuk menyajikan sejarah asal-usul sifat-sifat morfologi, reaksi ketahanan terhadap penyakit dan hama serta anjuran tanam Sifat-sifat morfologis yang dideskripsikan sebagian besar merupakan sifat yang diatur secara kuantitatif sehingga penampilannya dapat menimbulkan variasi fisik. Variasi fisik terjadi pada semua varietas terutama jika ditanam pada lokasi dan musim tanam yang berbeda. (Soemedi, 1982).
             Di sini antara lain ditegaskan bahwa dalam pelepasan varietas diperlukan berbagai kebutuhan kelembagaan, syarat-syarat dan prosedur pelepasan varietas. Dalam tulisan ini akan disampaikan kepada para pemulia suatu kajian tentang prosedur dan syarat-syarat dan prosedur pelepasan varietas. Dalam tulisan ini akan disampaikan kepada para pemulia suatu kajian tentang prosedur dan syarat-syarat pelepasan varietas untuk dapat dipenuhi pada waktu pengajuan usulan dan pembahasan oleh Tim Penilai dan Pelepas Varietas, sehingga apa yang menjadi tujuan dapat berjalan lancer (Sucipto, 1993).
            Tanaman padi termasuk golongan tanaman setahun/semusim. Bentuk batangnya bulat dan berongga, daunnya memanjang seperti pita yang terdiri pada ruas-ruas batang dan mempunyai sebuah malai yang terdapat pada ujung batang (Liptan,2000).
            Untuk mepertahankan kemurnian perlu dipelajari sifat-saifat morfolgis tanaman tersebut seperti tipe tumbuh, warna hipokotil, warna bunga, warna bulu, umur berbunga, dan sifat kuantitatif. Identifikasi varietas unggul adalah suatu teknik untuk menentukan kebenaran suatu varietas unggul seperti yang dimaksudkan (Liptan ,2000).
Penggunaan varietas unggul untuk meningkatkan produksi tanaman usaha adalah yang paling mudah diserap petani dewasa ini. Penggunaan varietas unggul harus disertai dengan tersedianya benih bermutu tinggi yang dinilai secara genetis melalui sifat morfologi yang tampak. Untuk itu deskripsi variasi yang berisi sifat-sifat morfologis dapat membantu untuk menilai kemurnian benih. Oleh karena itu sangat diperlukan adanya pemahaman yang baik mengenai sifat morfologi yang disajikan dalam deskripsi tanaman. (BPPP, 1988).
BAB III
    BAHAN DAN METODE
3.1 Alat dan Bahan
Tanaman padi/cabai/ kedelai yang akan dideskripsikan.

3.2 Cara Kerja
Tanaman Padi
1. Paspor Data
a. Untuk deskripsi padi hasil penelitian harus mencantumkan asal persilangan dan nama pemulia
b. Untuk deskripsi padi dari hasil pemuliaan harus dicantumkan asal usul varietas dan nama penemu/pemilik
2. Data Tanaman
Data tanaman disusun berdasarkan atas anatomi dan morfologi tanaman padi.
a.       Golongan :cere ,berbulu
b.      Umur tanaman : genjah ,sedang,dalam.
c.       Bentuk tanaman : tegak, berserak.
d.      Tinggi tanaman : cm
e.       Anakan produktif : banyak,sedang,dalam
f.       Daun :
·         Warna kaki daun : hijau,ungu, dsb
·         Warna daun : hijau,hijau tua dsb
·         Warna telinga daun : ungu,tidak berwarna , dsb
·         Muka daun : halus,kasar, dsb
·         Posisi daun : tegak ,miring,terkulai.
·         Daun bendera : tegak, miring, terkulai dsb.
g.      Batang :
·         Warna batang : hijau,ungu, dsb.
·         Kerebahan : tahan, sedang, kurang.
h.      Malai :
·         Tipe malai : terbuka, intermediate, kelompok.
·         Leher malai : tertutup ,terbuka.
·         Kerontokan : tahan ,sedang, kurang.
i.        Gabah :
·         Bentuk gabah : ramping,gemuk dsb
·         Warna gabah : kuning bersih, kuning jerami, dsb.
3. Data Produksi
a. Rata-rata hasil per Ha : ton
b. Bobot 1.000  gabah : gram
c. Rasa /tekstur nasi : pulen, pera , dsb
d. Kadar amilose : %
4. Data Tambahan :
a. Ketahanan terhadap hama : peka,toleran,tahan.
b. Ketahanan terhadap penyakit : peka,toleran, tahan.
c. Daya adaptasi : terbatas , luas.

























BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1  Hasil Pengamatan
4.1.1        Deskripsi Varietas Padi Ciherang
NO
Uraian
Deskripsi

1
Golongan
Cere

2
Umur tanaman
116-125 hari

3
Bentuk tanaman
Tegak

4
Tinggi tanaman
107-115 cm

5
Anakan produktif
14-17 batang

6
Warna kaki daun
Hijau

7
Warna daun
Hijau

8
Warna telinga daun
Putih

9
Muka daun
Kasar pada sebelah bawah

10
Posisi daun
Tegak

11
Daun bendera
Tegak

12
Warna batang
Hijau

13
Kerebahan
Sedang

14
Tipe malai
intermediate

15
Leher malai
tertutup

16
Kerontokan
Tahan

17
Bentuk gabah
Panjang ramping

18
Warna gabah
Kuning bersih

19
Rata-rata hasil per ha
6 ton/ha

20
Bobot 1000 per gram
27-28g

21
Rasa/tekstur nasi
Pulen

22
Kadar amilose
23%

23
Ketahanan hama
Tahan terhadap wereng coklat biotipe  2 dan 3


24
Ketahanan penyakit
Tahan terhdap bakteri hawar daun strain III dan IV

25
Daya adaptasi
Ditanam pada musim hujan dan kering dengan ketinggian dibawah 500 mdpl
NO
Uraian
Deskripsi

1
Golongan
Cere

2
Umur tanaman
118 hari

3
Bentuk tanaman
Tegak

4
Tinggi tanaman
110 cm

5
Anakan produktif
15-20 batang

6
Warna kaki daun
Hijau

7
Warna daun
Hijau

8
Warna telinga daun
Tidak berwarna

9
Muka daun
Kasar dibagian bawah

10
Posisi daun
Tegak

11
Daun bendera
Tegak

12
Warna batang
Hijau

13
Kerebahan
Tahan

14
Tipe malai
intermediate

15
Leher malai
tertutup

16
Kerontokan
Tahan

17
Bentuk gabah
Ramping

18
Warna gabah
Kuning bersih

19
Rata-rata hasil per ha
6 ton/ha

20
Bobot 1000 per gram
23,9 g

21
Rasa/tekstur nasi
Pulen

22
Kadar amilose
23%

23
Ketahanan hama
Tahan terhadap wereng coklat biotipe  2 dan 3

24
Ketahanan penyakit
Tahan terhdap bakteri hawar daun strain III dan IV

25
Daya adaptasi
Ditanam pada musim hujan dan kering dengan ketinggian dibawah 500 mdpl
4.1.2 Deskripsi Varietas Padi Cisantana

4.2  Pembahasan
            Berdasarkan pengamatan yang telah dilaksanakan , deskripsi varietas merupakan suatu panduan untuk menyajikan sejarah asal-usul sifat-sifat morfologi, reaksi ketahanan terhadap penyakit dan hama serta anjuran tanam Sifat-sifat morfologis.
           Deskripsi varietas padi yang diamati meliputi golongan, umur tanaman,bentuk tanaman,tinggi tanaman,anakan produktif,warna kaki daun, warna daun, warna telinga daun, muka daun, posisi daun, daun bendera, warna batang, kerebahan, tipe malai, leher malai, kerontokan, bentuk gabah, warna gabah, rata-rata hasil per ha,bobot 1000 per gram, tekstur nasi, kadar amilose, ketahanan hama, ketahanan penyakit, daya adaptasi dan nama pemulia atau pengusul.
            Pada jenis padi cisantana, pada uraian golongan termasuk kedalam cere atau berbulu, kemudian umur tanaman termasuk kedalam sedang (125 hari) lalu bentuk tanaman termasuk kedalam tegak, lalu tinggi tanaman 115 cm. Kemudian anakan produktif 15 – 20 batang (banyak) lalu warna kaki daun hijau, warna daunnya hijau, dan warna telinga daunya putih. Kemudian  muka daunya kasar dibagian sebelah bawah, posisi daun tegak dan daun bendera tegak, warna batang hijau, kerebahanya sedang, selanjutnya tipe malai yaitu intermediate, leher malai tertutup,kerontokan tahan, bentuk gabahnya panjang ramping, kemudian warna gabah kuning bersih,untuk rata-rata hasil per ha mencapai 6 ton. Kemudian berat 1.000 per gram sebesar 28-29 gram. Tekstur nasi pullen kemudian kandungan amilose sebanyka 23%. Pada ketahanan hama, varietas padi ciherangn tahan terhadap hama terhadap hama wereng biotipe 2 dan 3. Untuk ketahanan penyakit, varietas ciherang tahan terhadap penyakit bakteri hawar daun strain III dan IV. Dan daya adaptasinya yaitu tahan ditanam pada kondisi musim hujan dan kering dengan ketinggian dibawah 500 mdpl.
   Pada jenis padi ciherang, pada uraian golongan termasuk kedalam cere atau berbulu, kemudian umur tanaman termasuk kedalam sedang (118 hari) lalu bentuk tanaman termasuk kedalam tegak, lalu tinggi tanaman 110 cm. Kemudian anakan produktif 14 – 17 batang (banyak) lalu warna kaki daun hijau, warna daunnya hijau, dan telinga daun tidak berwarna. Kemudian  muka daunya kasar dibagian sebelah bawah, posisi daun tegak dan daun bendera tegak, warna batang hijau, kerebahanya tahan, selanjutnya tipe malai yaitu intermediate, leher malai tertutup ,kerontokan tahan, bentuk gabahnya ramping, kemudian warna gabah kuning bersih,untuk rata-rata hasil per ha mencapai 6 ton. Kemudian berat 1.000 per gram sebesar 23,9 gram. Tekstur nasi pullen kemudian kandungan amilose sebanyak 23%. Pada ketahanan hama, varietas padi ciherangn tahan terhadap hama terhadap hama wereng biotipe 2 dan 3. Untuk ketahanan penyakit, varietas ciherang tahan terhadap penyakit bakteri hawar daun strain III dan IV. Dan daya adaptasinya yaitu tahan ditanam pada kondisi musim hujan dan kering dengan ketinggian dibawah 500 mdpl dan tahan ditanam pada daerah sawah kurang subur.
BAB V
KESIMPULAN
5.1 Kesimpulan
            Berdasarkan hasil praktikum yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa :
1.      Deskripsi varietas merupakan suatu paduan untuk mengetahui karakteristik varietas yang akan digunakan yang meliputi ciri morfologis varietas, ketahanan hama/penyakit, serta hasil yang didapatkan dari varietas yang digunakan nantinya. Deskripsi varietas diperlukan juga pada saat pelepasan varietas untuk mendapatkan sertifikasi.
2.      Untuk varietas padi ciherang dan cisantana hampir memiliki kesamaan karakteristik diantara keduanya hanya saja ada sedikit perbedaan deskripsi antara lain umur tanaman, kerebahan, anakan produktif, warna telinga daun, dan bobot 1000 per gram. Pentingnya mengetahui desrkripsi dari setiap varietas yang digunakan ialah untuk meningkatkan produksi tanaman. Penggunaan varietas unggul harus disertai dengan tersedianya benih bermutu tinggi yang dinilai secara genetis melalui sifat morfologi yang tampak. Untuk itu deskripsi variasi yang berisi sifat-sifat morfologis dapat membantu untuk menilai kemurnian benih.















DAFTAR PUSTAKA
Balai Penelitian Pengembangan Pertanian. 1985. Kedelai. BPPTP: Bogor
Lembar Informasi Pertanian (Liptan) IP2TP Mataram. 2000. Kedelai Varietas Unggul Baru. Instalasi
            
Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian Mataram. Mataram.
Soemedi. 1982. Pedoman Bercocok Tanam Padi. UNSOED ; Purwokerto
Sucipto. 1993Pemuliaan Tanaman. Semarang:IKIP Semarang Press

2 komentar: