Blogger Widgets
Powered By Blogger

Sabtu, 13 Juni 2015

laporan praktikum irigasi dan drainase mengukur kualitas air irigasi


LAPORAN PRAKTIKUM IRIGASI DAN DRAINASE
MENGUKUR KUALITAS AIR IRIGASI

Disusun Oleh :
                                      Nama   : Nico Dwi Ardiyansah
                                      NPM    : E1J013079
                                      Shift     : C1 Rabu Pukul 10:00 Wib
                                      Dosen   : Sigit Sudjatmiko Ph.D
                                      Coass    : 1. Debby Yuliani
                                                          2. Putri Mian H.
LABORATORIUM AGRONOMI
PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BENGKULU
BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Kualitas air secara umum menunjukkan mutu atau kondisi air yang dikaitkan dengan suatu kegiatan atau keperluan tertentu dengan demikian, kualitas air akan berbeda dari suatu kegiatan ke kegiatan lain, sebagai contoh: kualitas air untuk keperluan irigasi berbeda dengan kualitas air untuk keperluan air minum. Air yang jernih bukan berarti air yang baik bagi ikan, karena jernih bukan satu-satunya sarat air berkualitas bagi ikan. Sering dijumpai ikan hidup dan berkembang dengan “subur” justru pada air yang bagi manusia menimbulkan kesan jorok. Ikan hidup dalam lingkungan air dan melakukan interaksi aktif antara keduanya.
Ikan-air boleh dikatakan sebagai suatu sistem terbuka dimana terjadi pertukaran materi (dan energi), seperti oksigen (O2), karbon dioksida (CO2), garam-garaman, dan bahan buangan. pertukaran materi ini terjadi pada antar muka (Interface). Ikan-air pada bahan berupa membran semipermeabel yang terdapat pada ikan. Kehadiran bahan-bahan tertentu dalam jumlah tertentu akan mengganggu mekanisme kerja dari membran tersebut, sehingga ikan pada akhirnya akan terganggu dan bisa megakibatkan kematian.
Kualitas air adalah istilah yang menggambarkan kesesuaian atau kecocokan air untuk penggunaan tertentu, misalnya: air minum, perikanan, pengairan/irigasi, industri, rekreasi dan sebagainya. Peduli kualitas air adalah mengetahui kondisi air untuk menjamin keamanan dan kelestarian dalam penggunaannya. Kualitas air dapat diketahui dengan melakukan pengujian tertentu terhadap air tersebut. Pengujian yang biasa dilakukan adalah uji kimia, fisik, biologi, atau uji kenampakan (bau dan warna) (ICRF,2010).Ekosistem air yang terdapat di darat (inland water) secara umum di bagi atas 2 yaitu perairan lentik (lentik water), atau juga disebut sebagai perairan tenang, misalnya danau, rawa, waduk, situ, telaga dan sebagainya dan perairan lontik (lontic water), disebut juga sebagai perairan berarus deras, misalnya sungai, kali, kanal, parit dan sebagainya. Perbedaaan utama antara perairan lontik dan lentik adalah dalam kecepatan arus air. 
Kriteria air yang bagus digunakan dalam sektor pertanian, antara lain air tersebut tidak memiliki konsentrasi garam yang tinggi karena dengan tingginya tingkat konsentrasi garam maka akan meningkatkan tekanan osmotic yang berpengaruh dalam penghambatan pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
1.2 Tujuan Praktikum
   Tujuan dari praktikum ini adalah mengukur dan membandingkan kualitas air irigasi dari berbagai tempat di bengkulu.                                                          
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Air merupakan bahan yang sangat penting bagi kehidupan. Fungsi air tidak pernah dapat digantikan oleh senyawa lain. Air juga merupakan salah satu komponen utama dalam bahan dan produk pangan. Air memiliki manfaat yang sangat banyak yang berguna bagi mahluk hidup di bumi, sehingga air mempunyai peranan yang penting dalam melangsungkan kehidupan. Rumus kimia air dalam lingkungan laboratorium adalah H2O. Tetapi kenyataannya di alam, rumus tersebut menjadi H2O + X, dimana X berbentuk karakteristika bilogik (bersifat hidup) ataupun berbentuk karakteristika non biologi (bersifat mati). Pengotor yang ada dalam air yang akan diolah sebelum digunakan dalam industri dapat bermacam – macam diantaranya adalah kekruhan (turbidity) (Endrah 2010).
Sedimen dan unsur hara yang diperlukan tanaman dapat terangkut melalui angin (wind erosion), air (water erosion), pengolahan tanah (tillage erosion), dan perpindahan masa tanah (mass movement) yang dapat menimbulkan masalah lingkungan dan pertanian, sehingga memerlukan penelitian lebih lanjut. Beberapa hasil penelitian terdahulu melaporkan bahwa banyaknya unsur hara yang terangkut dari lahan pertanian dipengaruhi oleh iklim, tanah, topografi lahan, tipe penggunaan lahan, dan cara pengelolaan lahan dan tanaman. Pada penanaman padi sawah (wetland rice cultivation), air diberikan mulai dari fase penjenuhan tanah (land soaking) sampai dengan akhir fase pertumbuhan generatif (Sukristiyonubowo 2008).
       Kualitas air ditentukan oleh kandungan sedimen tersuspensi dan bahan kimia yang terlarut di dalam air tersebut. Sedimen dan unsur hara yang diperlukan tanaman dapat terangkut melalui angin (wind erosion), air (water erosion), pengolahan tanah (tillage erosion), dan perpindahan masa tanah (mass movement) yang dapat menimbulkan masalah lingkungan dan pertanian, sehingga memerlukan penelitian lebih lanjut. Banyaknya konsentrasi endapan (sedimen) kandungan sedimen dalam air irigasi akan mempengaruhi tekstur, permeabilitas serta kesuburan tanah, mempengaruhi daya tampung saluran sehingga meningkatkan biaya untuk pemeliharaan saluran (Efendi,2003)
        Banyaknya unsur-unsur kimia serta mikroba dapat menjadi tolok ukur tingginya pH dilingkungan tersebut. Unsur kimia dan mikroba dapat mempengaruhi kesesuaiannya untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman maupun sifat kimiawi tanah. Tingginya angka sedimentasi akan mempengaruhi zat-zat yang terkandung dalam air tersebut. Hal tersebut juga akan mempengaruhi tingkat kekeruhan air tersebut semakin keruh berarti tingkat sedimentasi juga akan semakin tinggi (Zulkarnaen,2005).

BAB III
    BAHAN DAN METODE

3.1. Bahan dan Alat :

1.      Water sample

2.      pH stick

3.      conductivity meter

4.      termometer

5.      ember kapasitas 10 liter

6.      botol 1,5 liter

7.      pengaduk

8.      oven

9.      cawan alumunium

10.  timbangan analitik

3.2. Prosedur Kerja

1.      diambil sampel air pada saluran primer,sekunder, dan saluran drainase. Pada saluran primer diambil sampel air di 3 titik yaitu pada bagian tengah dan 2 pada bagian tepi saluran ,masing-masing tepi kanan dan tepi kiri.
2.      Diambil contoh air dimasing-masing titik dengan menggunakan water sampler. Dicatat ketinggian air disaluran dan menurunkan water sampler  sampai ½ ketinggian air. Khusus untuk saluran drainase ,pengambilan sampel air menggunakan gayung karena dangkal.
3.      Saat mengambil sampel air dilakukan pengukuran pH dengan pH stick dan pengukuran suhu (sebaiknya dilakukan dilapan,namun dalam praktikum ini dilakukan di laboratorium).
4.      Dikomposit air-air yang diambil dari ketiga titik kedalam ember dan setelah itu mengaduk kemudian dimasukan kedalam botol berkapasitas 1,5 liter.
5.      Membawa ke laboratorium untuk dianalisis diantaranya. :
1.      Diuji  bau dan warna sampel air
2.      Diukur kadar garam dengan cara mengukur daya hantar listrik sampel air.
3.      Diukur sedimen  atau kekeruhan sampel air dengan cara :
i.                    Diaduk air selama 5 menit.
ii.                  Ditimbang berat cawan alumunium sebelum digunakan (a)
iii.                Air yang telah homogen kemudian diambil kurang lebih 100 ml dimasukan kedalam cawan alumunium kemudian dioven pada suhu 105o sampai mengering.
iv.                Ditimbang berat keseluruhan setelah dioven.
v.                  Dihitung berat sedimen (a-b) gram. Dihitung konsentrasi dengan persamaan : konsentrasi (gram/l) = berat sedimen  (gr) / volume air.




























BAB IV
        HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Pengamatan
4.1.1 Tabel pengamatan kualitas air depan lab TIP
SUMBER AIR
TEMPERATUR
DHL
pH
Conductivity meter
termometer
Conductivity meter I
Conductivity meter II
Air depan lab TIP

29oc

30oc
132,7 mS
86,4 mS
5,82
Air Ac

28,4oc

28,5oc
64,5 mS
41,4 mS
6
Air sungai hitam

29,4oc

30oc
250 mS
172,3 mS
6
Air danau dendam

29,2oc

30oc
55 mS
55,2 mS
6
Air irgasi kemumu

28,9oc

29oc
99,84 mS
65,2 mS
6

      Berat kertas saring : 3,651 g
Sumber air
Berat kertas basah(g)

Berat kertas kering(g)
Air depan lab tip

8,499
3,3
Air irigasi kemumu

8
3,4
Air Ac

8,320
3,4
Air sungai hitam

8,449
3,4
Air danau dendam

8,858
3,3



 Konsentrasi air depan lab tip
  =  berat sedimen(g)
        volume air(ml)
   =       5,1 g   
             20
   = 0,255 g/l

Konsentrasi air sungai itam
  =  berat sedimen(g)
        volume air(ml)
   =       5,0 g   
             20
   =0,25  g/l

Konsentrasi air ac
  =  berat sedimen(g)
        volume air(ml)
   =       4,9 g   
             20
   =  0,245 g/l
Konsentrasi air irigasi kemumu
  =  berat sedimen(g)
        volume air(ml)
   =       4,6 g   
             20
   =  0,23 g/l

Konsentrasi air danau dendam
  =  berat sedimen(g)
        volume air(ml)
   =       5,5 g   
             20
   = 0,275 g/l


Perhitungan :
Berat sedimen air depan lab tip
Berat sedimen = a-b
                         = 8,4 g – 3,3
                         = 5,1 g
Berat sedimen air sungai hitam
Berat sedimen = a-b
                         = 8,4 g – 3,4 g
                         = 5,0 g
Berat sedimen air ac
Berat sedimen = a-b
                         = 8,3 g – 3,4 g
                         = 4,9 g
Berat sedimen air irigasi kemumu
Berat sedimen = a-b
                         = 8 g – 3,4 g
                         = 4,6
Berat sedimen air danau dendam
Berat sedimen = a-b
                         = 8,8 g – 3,3
                         = 5,5 g

4.2 Pembahasan
       Berdasarakan hasil pengamatan yang telah dilaksanakan bahwa kualitas air ditentukan oleh kandungan sedimen tersuspensi dan bahan kimia yang terlarut di dalam air tersebut. Sedimen dan unsur hara yang diperlukan tanaman dapat terangkut melalui angin (wind erosion), air (water erosion), pengolahan tanah (tillage erosion), dan perpindahan masa tanah (mass movement) yang dapat menimbulkan masalah lingkungan dan pertanian, sehingga memerlukan penelitian lebih lanjut..
      Sampel air yang diamati berasal dari 5 sumber yaitu air Ac,air sungai hitam,air danau dendam,air Irigasi Kemumu, serta air depan laboratorium TIP.  Dari kelima sumber air tersebut diukurlah Daya Hantar Listrik, pH, serta Suhunya menggunakan conductivity meter dan termometer. Dari hasil pengukuran yang dilakukan didapatlah suhu rata-rata dari kelima sumber air tersebut dengan menggunakan conductivity meter sebesar 29oc. Kemudian dilakukan pengukuran suhu manual menggunakan termometer dan didapatlah rata-rata sebesar 29,5oc .
       Pada pengukuran Daya Hantar Listrik , dilakukan pengulangan sebanyak 2 kali. Pada pengukuran DHL air depan lab TIP didapatkan rata-rata DHL sebesar 109,55 mS. Kemudian pada pengukuran DHL air ac didapatlah rata-rata sebesar 52,95 mS. Selanjutnya pengukuran DHL air sungai hitam didapatlah rata-rata  sebesar 211,15 mS. Lalu untuk pengukuran air danau dendam didapatlah DHL rata-rata sebesar 55,1 mS. Dan pengukuran DHL air irigasi kemumu didapatlah 82,52 mS.
       Pada pengukuran pH setiap sumber air dilakukan dengan menggunakan conductivity meter,  setelah dilaksanakan pengukuran pH didapatlah nilai pH air depan lab TIP yaitu 5,82. Kemudian keempat 4 sumber air lain yaitu air ac,air danau dendam,air irigasi kemumu, air sungai hitam mendapatkan nilai pH sebesar 6. Selanjutnya dilakukan pengukuran berat kertas kering yang telah dioven, kemudian didapatkan berat kertas kering air depan lab TIP dan air danau dendam sebesar 3,3 g. Kemudian ketiga sumber air lainya yaitu air ac,air irigasi kemumu,dan air sungai hitam memiliki berat kertas kering sebesar 3,4 g.
       Dari pengukuran berat kertas basah dan kering didapatlah nilai-nilai yang digunakan untuk menghitung berat sedimen, kemudian pada pengukuran berat sedimen air depan lab TIP didapatlah nilai sebesar 5,1 g kemudian untuk keempat sumber air lainya yang meliputi air sungai hitam,air ac, air irigasi kemumu,dan air danau dendam didapatlah berturut-turut sebesar 5,0 g, 4,9g , 4,6 g, dan 5,5g. Kemudian dari nilai tersebut dapat digunakan untuk menghitung konsentrasi. Setelah dilakukan perhitungan didapatlah nilai konsentrasi dari kelima sumber air yaitu, air depan lab TIP, air sungai hitam, air ac, air irigasi kemumu, dan air danau dendam secara berturut-turut sebesar 0,255 g/l, 0,25 g/l , 0,245 g/l , 0,23 g/l dan 0,275 g/l.
BAB V
KESIMPULAN
5.1 Kesimpulan
        Berdasarkan hasil praktikum yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa :
1.      Kualitas air irigasi pada setiap tempat memiliki kualitas yang berbeda-berbeda tergantung oleh kandungan sedimen tersuspensi dan bahan kimia yang terlarut di dalam air tersebut. Sedimen dan unsur hara yang diperlukan tanaman dapat terangkut melalui angin air , pengolahan tanah,dan perpindahan masa tanah.
2.      Dari kelima sumber air yaitu meliputi air depan Lab TIP, air sungai hitam,air ac,air irigasi Kemumu, dan air danau dendam memiliki rata-rata berat sedimen sebesar 5,02 gram. Kemudian untuk konsentrasi yang dari kelima sumber air rata-rata sebesar 0,251 g/liter.













DAFTAR PUSTAKA
Effendi, H 2003. Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan Perairan.
                        Kanisius. Yogyakarta. Wardhana W A 2001. Dampak Pencemaran Lingkungan. Andi.
                        Yogyakarta.
Endrah 2010. Turbidimetri. http://endrah.blogspot.com. (Diakses pada tanggal 11 Mei 2015)
Sukristiyonubowo 2008. Mobilitas Sedimen dan Hara pada Sistem Sawah Berteras dengan Irigasi
                    
Tradisional. Jurnal Tanah dan Iklim. 2(8): 39-54
Zulkarnaen 2005. Kajian Kualitas Air Sungai Kuantan Ditinjau dari Parameter Fisika, Kimia dan
                       Biologi di Kota Kecamatan Kuantan Tengah kabupaten Kuantan Singingi Riau
. Tesis.
                      Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

1 komentar: