Blogger Widgets
Powered By Blogger

Kamis, 15 September 2016

LAPORAN PRAKTIKUM PRODUKSI TANAMAN BUAH "PERTUMBUHAN POHON BUAH"


LAPORAN PRODUKSI TANAMAN BUAH
ACARA V
“Pertumbuhan Pohon Buah”


Oleh :
                                  NAMA :  Nico Dwi Ardiyansah       
     NPM      :  E1J013079
     Shift   :  Senin pukul 14:00-16.00 wib
     Dosen          :  Ir. Hermansyah, m.p.
     Coas   :  Ervi Surmaini

    
          LABORATORIUM AGRONOMI
  FAKULTAS PERTANIAN
   UNIVERSITAS BENGKULU
 2016

I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Kita dapat memisahkan konsep pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan selalu menunjukkan suatu pertambahan dalam ukuran dengan menghilangkan konsep-konsep yang menyangkut perubahan kualitas seperti halnya pengertian mencapai ukuran penuh atau kedewasaan, yang tidak relevan dengan pengertian proses pertambahan. Meskipun demikian konsep sederhana mengenai pertambahan ukuran mengalami kesukaran juga karena banyak cara untuk mengukurnya. Pertumbuhan dapat di ukur sebagai pertambahan panjang, lebar, atau luas, tetapi dapat pula di ukur berdasarkan pertambahan volume, masa atau berat.
Tanaman jeruk merupakan tanaman tahunan dan sudah sekitar 70-80% dikembangkan di Indonesia dan setiap tahunnya mengalami perkembangan dalam pembudidayaan baik itu mencakup luasan lahan, jumlah produksi bahkan permintaan pasar. Oleh karena itu untuk mendukung peningkatan produktivitas tersebut, maka diperlukannya teknik budidaya yang disertai dengan serta pemeliharaan kebun yang optimal diantaranya dilakukannya dengan teknologi budidaya melalui pemupukan, pemangkasan dan penjarangan buah pada tanaman jeruk.
            Kedondong merupakan tanaman buah berupa pohon yang dalam bahasa inggris disebut ambarella, otaheite apple, atau great hog plum. Di Asia Tenggara disebut kedondong (Indonesia & Malaysia), hevi (Filipina), gway (Myanmar), mokah (Kamboja), kook kvaan (Laos), makak farang (Thailand), dan co'c (Vietnam). Kedondong berasal dari Asia Selatan dan Asia Tenggara. Tanaman ini telah tersebar ke seluruh daerah tropik. Jenis-jenis kedondong unggul yang potensial dan banyak ditanam oleh para petani diantaranya adalah kedondong karimunjawa, kedondong bangkok, dan kedondong kendeng.
 Tanaman kelengkeng berasal dari dataran Cina, di Indonesia terdapat beberapa jenis kelengkeng lokal yang saat ini dibudidayakan yaitu kelengkeng lokal varietas batu, kelengkeng lokal varietas selarong dan kelengkeng lokal varietas mutiara. Lengkeng yang dibudidayakan di Indonesia ada dua macam yaitu lengkeng lokal dan lengkeng introduksi.


1.2 Tujuan Praktikum          
1. Mengenal karakter pertumbuhan beberapa jenis tanaman buah-buahan tahunan.
2. Mengukur diameter batang dan cabang.
3. Mengukur panjang dan lebar daun dari pohon terpilih.
 
II. TINJAUAN PUSTAKA

Pertumbuhan adalah pertumbuhan ukuran (massa, panjang) secara kuantitatif  yang  ihasilkan dari pertumbuhan jumlah sel dan bersifat irreversibel (tidak dapat kembali). Perkembangan adalah proses menuju kedewasaan secara kuantitatif terhadap pengembangan tubuh organisme. Secara umum pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan diawali untuk stadium zigot yang merupakan hasil pembuahan sel kelamin betina dengan jantan. Pembelahan zigot menghasilkan jaringan meristem yang akan terus membelah dan mengalami diferensiasi. Diferensiasi adalah perubahan yang terjadi dari keadaan sejumlah sel, membentuk organ-organ yang mempunyai struktur dan fungsi yang berbeda.
Menurut Rustam (2004)  Pertumbuhan adalah peristiwa perubahan perubahan biologis yang terjadi pada makhluk hidup. Menurut Syamsuri (2004) mengemukakan bahwa pertumbuhan diartikan sebagai pertambahan jumlah sel suatu organisme dan bersifat tidak dapat kembali. Pertumbuhan pada suatu makhluk hidup atau organisme dapat diartikan sebagai proses pertambahan biomassa atau ukuran (berat, volume, atau jumlah) yang sifatnya tetap dan irreversible (tidak dapat balik ke kondisi semula ). Jadi, pertumbuhan merupakan suatu konsep kuantitatif yang berkaitan dengan pertambahan massa suatu organisme. (Sri ,2008).
Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan berbiji dimulai dengan perkecambahan yaitu munculnya plantula (tanaman kecil dari dalam biji). Pada umumnya tanaman polongan dapat mempunyai endoperma. Cadangan makanan disimpan dalam kotiledon (daun embrio), yang terlindungi di dalam biji pada saatberkecambah plumula (ujung embrio atau calon kecambah) diselubungi oleh kotiledon, sedangkan calon akar (radikula) diselubungi oleh koleoriza. Bagian batang pada kecambah di atas kotiledon disebut epikotil dan bagian batang kecambah di bawah kotiledon disebut hipokotil. Dalam proses perkecambahan melibatkan proses fisiknya yaitu : terjadi ketika biji menyerap air (imbibisi) akibat dari potensial air rendah pada biji yang kering. Proses kimianya yaitu dengan masuknya air, biji mengembang dan kulit biji akan pecah.







III. METODOLOGI
3.1  Bahan Dan Alat
Bahan yang digunakan adalah pohon buah tahunan yang ada di sekitar UNIB, seperti kelengkeng, jeruk, dan kedondong
Peralatan yang digunakan adalah caliper, meteran, ember, atau panci, air, alat tulis, dan kertas.

3.2 Cara Kerja
1.  Praktikan memilih pohon yang diukur kemudian mencatat nama Indonesia dan nama latinya.
2.  Melakukan pengukuran untuk diameter batang dan cabang, lingkar batang, dan luas daunnya. Diameter batang diukur pada titik sekitar 30 cm dari permukaan tanah.
3.   Menghitung diameter penampang melintang pohon, cabang, dan luas  daun pohon yang diukur. Praktikan dapat membuat tabel untuuk menambah pembacaan hasil perhitungan.
4.   Menghitung  efisiensi hasil apabila masing-masing cabang yang diukur menghasilkan buah masing-masing 5 kg, 7 kg, 9 kg, dan 15 kg.
5.   Mengemukakan pendapat praktikan terhadap hasil pengukuran dan perhitungan yang sudah dilakukan.














IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pengamatan
Tabel variabel pengamatan tanaman disajikan sebagai berikut:
Tanaman
Tinggi Tanaman
(cm)
Diameter Batang
(cm)
Diameter cabang
(cm)
Luas kanopi
(cm)
Luas Daun
(cm2)
1
2
3
4
5
Kedondong
2,60
8,8
2,51

1,6

21,6
30,8
23
32
25,5
Kelengkeng
6,5
12,5
10,8
4,18

70

90
58

83

80,4
Jeruk
4,18
8,16
6,18
4,80

43

39
65,8

56,2

70

4.2 Pembahasan
Berdasarkan data pengamatan beberapa variabel, meliputi tinggi tanaman, diameter batang, diameter cabang, luas kanopi, dan luas daun setiap komoditi tanaman memiliki hasil yang berbeda-beda. Tanaman kedondong memiliki batang yang lebih rendah dibandingkan tanaman jeruk dan kelengkeng. Kemudian diameter batang tanaman kedondong lebih besar dibandingkan tanaman jeruk dan kelengkeng. Diameter cabang dan luas kanopi pada tanaman kedondong memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan tanaman kelengkeng dan jeruk. Variabel luas daun tanaman kedondong rata-rata memiliki daun yang lebih kecil dibandingkan kedua tanaman lainya.
Pengamatan variabel pada tanaman kelengkeng  cukup memiliki kendala sebab tanaman memiliki ukuran yang besar dibandingkan kedua tanaman lainya. Tanaman kelengkeng memiliki batang yang lebih tinggi dibandingkan tanaman jeruk dan kedondong.  Diameter batang tanaman kelengkeng lebih besar dibandingkan tanaman jeruk dan kedondong. Diameter cabang pada tanaman kelengkeng memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan tanaman kelengkeng dan jeruk. Luas kanopi tanaman kelengkeng memiliki ukuran yang lebih besar dari tanaman kedondong namun lebih kecil dibandingkan tanaman jeruk. Variabel luas daun tanaman kelengkeng rata-rata memiliki daun yang lebih besar dibandingkan kedua tanaman lainya.
Pengamatan yang terakhir yaitu pada tanaman jeruk. Tanaman jeruk memiliki batang yang lebih tinggi dibandingkan tanaman kedondong namun lebih rendah dibandingkan tanaman kelengkeng.  Diameter batang tanaman jeruk lebih kecil dibandingkan tanaman kelengkeng dan kedondong. Diameter cabang pada tanaman kelengkeng memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan tanaman kedongong namun lebih kecil dibandingkan tanaman tanaman kelengkeng. Luas kanopi tanaman jeruk memiliki ukuran yang lebih besar dari tanaman kedondong dan kelengkeng. Variabel luas daun tanaman jeruk rata-rata memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan tanaman kedondong tetapi lebih rendah dibandingkan tanaman kelengkeng. Perbedaan hasil setiap variabel disebabkan dari beberapa faktor yaitu faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal meliputi suhu, pH, jenis tanah, ketersediaan unsur hara, jenis tanah, cahaya, dan kelembaban. Faktor internal meliputi umur tanaman, hormon, dan genotipe.




















V. PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil praktikum dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa :
1.      Setiap komoditi tanaman buah memiliki karakter pertumbuhan yang berbeda-beda. perbedaan tersebut disebabkan oleh faktor eksternal seperti suhu, pH, kelembaban, ketersediaan unsur hara, jenis tanah, dan cahaya. Sedangkan faktor internal meliputi umur tanaman, hormon, dan genotipe tanaman. Tanaman kelengkeng merupakan tanaman yang memiliki karakter tumbuh paling tinggi dibandingkan tanaman kendondong dan tanaman jeruk.
2.      Diameter batang yang paling besar yaitu tanaman kedondong sedangkan diameter cabang yang paling tinggi yaitu tanaman kelengkeng. Perbedaan tersebut disebabkan karena umur tanaman kedua tanaman berbeda.
3.      Variabel luas daun dari ketiga tanaman memiliki hasil yang berbeda. Rata-rata luas daun yang paling tinggi terdapat pada tanaman kelengkeng.



















DAFTAR PUSTAKA
Pujianto, S. 2008. Pengaruh Cahaya Terhadap Pertumbuhan Biji Kacang Hijau.  Jakarta : Grafika Pena.
Rustam.2004.Bertanam Kacang Hijau. Penyebar Swadaya: Jakarta.
Syamsuri. 2004. Seribu Pena Biologi SMA Kelas XII. Jakarta: Erlangga























Tidak ada komentar:

Posting Komentar