Blogger Widgets
Powered By Blogger

Kamis, 15 September 2016

LAPORAN PRODUKSI TANAMAN BUAH " KLASIFIKASI BUAH"


LAPORAN PRODUKSI TANAMAN BUAH
ACARA I
“Klasifikasi Buah”


Oleh :
                                  NAMA :  Nico Dwi Ardiyansah       
     NPM      :  E1J013079
     Shift   :  Senin pukul 14:00-16.00 wib
     Dosen          :  Ir. Hermansyah, m.p.
     Coas   :   Ervi Sumarni
                       Vera Mayasari

          LABORATORIUM AGRONOMI
  FAKULTAS PERTANIAN
   UNIVERSITAS BENGKULU
 2016

BAB I
                                          PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Buah adalah organ pada tumbuhan berbunga yang merupakan perkembangan lanjutan dari bakal buah (ovarium). Buah biasanya membungkus dan melindungi biji. Aneka rupa dan bentuk buah tidak terlepas kaitanya dengan fungsi utama buah, yakni sebagai pemencar biji tumbuhan.
Pengertian buah dalam lingkup pertanian (hortikultura) atau pangan adalah lebih luas daripada pengertian buah di atas dan biasanya disebut sebagai buah-buahan. Buah dalam pengertian ini tidak terbatas yang terbentuk dari bakal buah, melainkan dapat pula berasal dari perkembangan organ lain. Karena itu, untuk membedakanya, buah yang sesuai menurut pengertian botani biasanya disebut sebagai buah sejati.
Buah seingkali memiliki nilai ekonomi sebagai bahan pangan maupun bahan baku industri karena di dalamnya disimpan berbagai macam produk metabolisme tumbuhan, mulai dari karbohidrat, protein, lemak , vitamin, mineral, alkaloid, hingga terpena dan terpenoid. Ilmu yang mempelajari segala hal tentang buah dinamakan pomologi. Buah yang digunakan dalam praktikum ini meliputi buah jeruk,buah apel,buah semangka, buah cherry,  dan buah tomat.
Buah terdapat dalam berbagai tipe sehingga sukar untuk menyusun suatu skema pengelompokan yang dapat mencakup semua macam buah yang telah dikenal. Belum lagi adanya kekeliruan yang mempertukarkan pengertian biji dan buah (misal: 'biji' jagung, yang sesungguhnya adalah buah secara botani). Buah sejati (yang merupakan perkembangan dari bakal buah) maupun buah semu dapat dibedakan menjadi tipe dasar buah sebagai berikut:
1.       Buah sederhana (simple fruit), buah yang terbentuk dari satu bunga dengan satu bakal buah, yang berisi satu biji atau lebih, dibedakan lebih lanjut menjadi: (a) buah kering (siccus), yakni yang bagian luarnya keras dan mengayu atau seperti kulit yang kering dan (b) buah berdaging (carnosus), yang dinding buahnya tebal berdaging,
  1. Buah semu (accesory fruit), jika buah berkembang dari satu atau beberapa bakal buah bersama-sama dengan jaringan yang bukan merupakan bagian dari bakal buah
  2. Buah agregat (aggregate fruit), jika buah terbentuk dari satu bunga yang memiliki banyak bakal buah, tiap-tiap bakal buah tumbuh menjadi buah tersendiri, lepas-lepas, tetapi akhirnya menjadi kumpulan buah yang tampak seperti satu buah,
  3. Buah majemuk (multiple fruit), buah terbentuk dari bunga majemuk, dari banyak bunga (dan banyak bakal buah), yang pada akhirnya seakan-akan menjadi satu buah saja.
1.2 Tujuan Praktikum          
 1. Mengenal klasifikasi tanaman buah.
 2. Mengenal morfologi buah yang dinding ovari berdaging berisi satu atau lebih carpel dan biji-biji (Buah Berry, Buah Pepo, dan Buah Hysperidium).
 3. Mengenal morfologi buah yang hanya sebagian dari pericarp yang berdaging (buah drupe   dan buah pome).


















BAB II
  TINJAUAN PUSTAKA

Bunga sangat beragam bentuknya , meskipun demikian, persamaan yang pokok diantara bunga bermacam tumbuhan itu lebih besar dibandingkan dengan kelainannya, karena semua bunga mempunyai kerangka struktur dasar yang sama. Menurut botaniawan, bunga adalah sepotong batang atau cabang dengan sekumpulan daun yang mengalami metamorfosis yang berhubungan dengan fungsinya untuk bereproduksi. (Tjitrasam, 1983).
Biji merupakan suatu struktur kompleks, yang terdiri dari embrio atau lembaga, kulit biji dan persediaan makanan cadangan. Dalam biji banyak tumbuhan, makanan disimpan di dalam lembaga biji itu sendiri, pada tumbuhan lain, makanan disimpan dalam jaringan di sekililingnya. Cerita lengkap mengenai biji harus menerangkan perubahan-perubahan yang terjadi dalam stamen dan pistil, proses penyerbukan, perkembangan embrio, pembentukan kulit biji dan perkembangan penyediaan cadangan makanan yang digunakan oleh tumbuhan muda ketika biji berkecambah (Yuniarsih, 1996).
Menurut Kamil (1982) Biji dibentuk dengan adanya perkembangan bakal biji. Pada saat pembuahan, tabung sari sari memasuki kantung embrio melalui mikropil dan menempatkan dua buah inti gamet jantan padanya. Satu diantaranya bersatu dengan inti sel telur dan yang lain bersatu dengan dua inti polar atau hasilnya penyatuan, yaitu inti sekunder. Penyatuan gamet jantan dengan sel telur menghasilkan zigot yang tumbuh menjadi embrio. Penyatuan gamet jantan yang lain dengan kedua inti polar menghasilkan inti sel endosperm pertama yang akan membelah-belah menghasilkan jaringan endosperm. Proses yang melibatkan kedua macam pembuahan (penyatuan) tersebut dinamakan pembuahan ganda.
Biji masak terdiri dari tiga bagian yaitu: embrio dan endosperm yang  dihasilkan dari pembuahan ganda serta kulit biji yang dibentuk oleh dinding bakal biji, termsuk kedua integumentnya. Biji adalah ovule yang dewasa (mature ovule). Biji bisa terbentuk satu atau lebih di dalam satu ovary pada legume, tetapi tidak pernah lebih dari satu biji terbentuk dalam ovary pada monocot. Setiap biji matang (mature seed) selalu terdiri paling kurang bagian embryo dan kulit biji (Tjahjadi,1988).
Dinyatakan bahwa embryo terbentuk dari telur yang dibuahi (zygot) dengan mengalami pembelahan sel didalam embryosac. Pada serealia dan rerumputan monocot embryo terdiri atas cotyledon dan embryonic axsis. Setiap biji yang sangat muda dan sedang tumbuh seperti pada tanaman serealia seperti jagung, padi, gandum selalu terdiri dari tiga bagian yaitu embryo, kulit biji dan endosperm. (Tjitrosoepomo,1985).
BAB III
METODOLOGI
3.1  Bahan Dan Alat
Bahan : 1. Pericarp berdaging,Buah berry (tomat), buah pepo (semangka), buah hysperidium    
                (jeruk), buah drupe (cherry), buah pome (apel).
             2. Pericarp kering (karena jarang ada yang termasuk buah-buahan jadi tidak perlu).
Alat     : Alat tulis (kertas kosong/buku gambar dan pensil), pisau, curter.

3.2 Cara Kerja
1.  Coas melakukan pre-test untuk Acara I.
2.  Menyiapkan buah-buahan mewakili masing-masing klasifikasi ( tomat, semangka, jeruk,   cherry dan apel).
3.  Menyiapkan alat-alat tulis dan kertas gambar.
4.  Menggambar morfologi buah. Menyebutkan bagian-bagiannya secara lengkap.
5. Mengiris secara membujur preparat buah segar yang sudah disiapkan. Praktikan menggambar dan menyebutkan bagian-bagianya.
6.  Menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut. Apa yang dimaksud dengan buah berry, buah pepo, buah hysperidium, buah drupe dan buah pome
7.  Laporan sementara dikumpulkan dan di paraf coas.
8.  Tugas laporan, dikumpulkan sebelum acara praktikum selanjutnya dimulai.











BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Hasil Pengamatan
Buah
Keterangan
Buah Jeruk                                   Poros tengah
                                    Mesokarp

                 Kulit biji (eksokarp)      Plasenta           biji
     Strukturnya buah jeruk  yaitu eksokarp, mesokarp, Endocarp, biji , plasenta, poros tengah.
      Eksokarp hanya memiliki ketebalan sekitar 0,5 cm. Kemudian mesocarp memiliki ketebalan dan serat sekitar 3 cm. Lalu plasenta memiliki tipe
Buah Tomat

           Strukturnya yaitu eksokarp, mesokarp, endocarp, biji, culumella, plasenta, septa,  dan locul.
            Eksokarp buah tomat memiliki ketebalan sekitar 0,2 cm. Kemudian buah tomat memiliki septa sebagai penghubung (tulang buah). Kemudian plasenta tipe axile.
Buah apel
             Buah apel termasuk kedalam buah pome yang memiliki kulit buah yang tipis. Buah apel memiliki struktur antara lain eksokarp, mesokarp, plasenta, dan biji.
           Eksokarp sangat tipis hanya sekitar 0,1 mm. Kemudian daging buah (mesokarp) sangat tebal dan biasanya terdapat biji dibagian tengah buah.  Tipe plasenta buah yaitu axile, dimana terdapat biji dibagian tengah buah.


Buah Semangka              Mesokarp
                                                         Eksokarp
        
                                                 Biji
       Buah semangka termasuk kedalam buah pepo, dinding luar yang lebih tebal dan kuat. Pada buah yang masak, di tengahnya sering terdapat ruangan dan daging buahnya bersatu dengan banyak biji di dalam ruangan tersebut.
            Struktur buah semangka terdiri dari eksokarp, mesokarp, dan biji. Eksokarp buah semangka cukup tebal yaitu sekitar 1 cm kemudian daging buah (mesokarp) dapat berukuran hingga 10 cm serta terdapat banyak biji.
Buah Cherry
                                                        biji
                                                      
                  eksokarp                      pericarp

Buah cherry adalah buah berdaging yang terbentuk dari bakal buah (ovarium) tunggal. Secara morfologi, semua lapisan pembungkusnya (perikarp) lunak: lapisan terluar (eksokarp atau epikarp) tipis dan lunak, lapisan dalamnya (mesokarp dan endokarp kerap tidak dapat dibedakan) tebal, lunak, dan berair.


4.2 Pembahasan
Dari hasil pengamatan, didapatkan berbagai struktur yang terdapat pada tanaman, yaitu struktur biji dan struktur buah. Namun dalam acara praktikum kali ini, hanya struktur buah yang lebih dipelajari.
Buah merupakan perkembangan dari ovary. Buah memiliki bagian yang disebut sebagai perikarp, yaitu dinding buah yang berasal dari perkembangan dinding bakal buah pada bunga. Perikarp ini dibagi ke dalam beberapa lapisan yaitu, lapisan paling luar yang disebut exocarp atau epikarp, lapisan pada bagian tengah yang disebut mesocarp, dan lapisan paling dalam yang disebut endocarp. Buah yang diamati pada praktikum yaitu buah berry (tomat), buah pepo (semangka), buah hysperidium (jeruk), buah drupe (cherry), dan buah pome (apel).
Buah jeruk (Citrus sp) termasuk kedalam tipe buah sederhana (Simple fruits) dimana buah yang terdiri dari satu ovary dalam satu pistil. Buah tipe ini mungkin mempunyai biji satu atau lebih, ovary superior atau inferior. Kebanyakan angiosperm mempunyai buah sederhana. Strukturnya yaitu eksokarp, mesokarp, Endocarp, biji ,plasenta, poros tengah.
 Buah Tomat (Solanum lycopersicum) termasuk kedalam tipe buah sederhana (Simple fruits) dimana buah yang terdiri dari satu ovary dalam satu pistil. Buah tipe ini mungkin mempunyai biji satu atau lebih, ovary superior atau inferior. Strukturnya yaitu eksokarp, mesokarp, endocarp, biji, culumella, plasenta, fumiculus, septa,  dan locul.
             Buah yang diamati berikutnya adalah buah apel (pome). Struktur dari  buah apel terdiri dari kulit biji (spermodermis) yang berasal dari selaput bakal biji (integumentum). Kulit biji ini dibedakan menjadi 2 bagian yaitu lapisan kulit luar (testa) yang berfungsi sebagai pelindung utama bagi bagian biji yang ada di dalam dan lapisan kulit dalam (tegmen), biasanya tipis seperti selaput, sering dinamakan juga kulit ari. Biji apel juga memiliki bagian yang menghubungkan biji dengan tembuni dan merupakan tangkai biji yang disebut tali pusar (funiculus). Di dalam biji apel juga terbapat lembaga (embryo) yang merupakan calon tumbuhan baru.
Buah yang diamati selanjutnya adalah buah semangka. Semangka adalah salah satu jenis tanaman yang merambat yang termasuk kedalam suku Cucurbitaceae (Labu-labuan). Buah semangka berbentuk bulat/lonjong dengan warna kulit luar berwarna hijau. Jika sudah masak, dalam buah semangka berwarna merah dan banyak biji yang menempel. Biji semangka berbentuk pipih lonjong dengan ukuran panjang sekitar 1 cm dan lebar sekitar 0,5 cm. Daun semangka berukuran cukup besar, berlekuk-lekuk tepinya, berwarna hijau dan bunga berwarna kuning.
Buah berry termasuk kedalam jenis buah tunggal berdaging yang terbentuk dari bakal buah (ovarium) tunggal. Secara morfologi, semua lapisan pembungkusnya (perikarp) lunak: lapisan terluar (eksokarp atau epikarp) tipis dan lunak, lapisan dalamnya (mesokarp dan endokarp kerap tidak dapat dibedakan) tebal, lunak, dan berair. Buah cherry memiliki satu biji didalamnya sebagai alat perkembangan generatif.
Klasifikasi buah tiap jenis memiliki perbedaan struktur. Perbedaan struktur terjadi karena tiap buah memiliki taksonomi tanaman yang berbeda-beda. Masing-masing jenis buah memiliki keunggulan ataupun keunikan yang menjadikan buah tersebut diminati banyak konsumen karena terdapat vitamin dan mineral.  Buah memiliki perbedaan baik dari eksokarp,mesokarp,endokarp,plasenta dan struktur lain. Buah yang memiliki eksokarp tebal lebih cenderung tahan serangan bakteri atau lalat sedangkan buah yang memiliki kulit yang tipis cenderung lebih mudah terserang bakteri atau lalat sehingga cepat busuk.
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Berdasarakan praktikum yang telah dilaksanakan, maka dapat disimpulkan bahwa :
1.      Klasifikasi buah pada masing-masing jenis tanaman memiliki perbedaan. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari eksokarp, mesokarp, endokarp, tipe plasenta, biji dan struktur buah yang lain.
2.      Buah yang terdapat satu atau lebih carpel antara lain buah hyperidium dan buah berry. Buah hysperidium cenderung memiliki banyak carpel dan masing-masing carpel terdapat biji contohnya buah jeruk. Buah berry memiliki terdapat banyak biji pada masing-masing locul/carpelnya. Buah pepo biasanya hanya terdapat satu carpel dan didalamnya terdapat banyak biji contohnya semangka dan melon.
3.      Buah drupe dan buah pome merupakan buah yang memiliki lapisan luar (kulit buah) atau eksokarp yang keras sehingga perlu alat untuk membukanya contoh buah tersebut adalah kelapa dan apel. Buah tersebut cenderung memiliki serat pada bagian mesokarpnya.
















DAFTAR PUSTAKA

Kamil, Jurnalis. 1982. Teknologi Benih 1. Penerbit Angkasa. Bandung.
Tjahjadi, 1988. Salak. Kanisius: Yogyakarta.
Tjitrasam, 1983. Botani Umum I. Angkasa: Bandung.
Tjitrosoepomo, Gembong. 1985. Morfologi Tumbuhan. UGM Press
Yuniarsih, 1996. KEDELAI. Kanisius: Yogyakarta.




















Soal dan Jawaban Pertanyaan
Soal :
1.      Apa yang dimaksud dengan buah berry, buah pepo, buah hysperidium, buah drupe dan buah pome ?
Jawaban :
Buah berry adalah buah berdaging yang terbentuk dari bakal buah (ovarium) tunggal. Secara morfologi, semua lapisan pembungkusnya (perikarp) lunak: lapisan terluar (eksokarp atau epikarp) tipis dan lunak, lapisan dalamnya (mesokarp dan endokarp kerap tidak dapat dibedakan) tebal, lunak, dan berair. Biji atau kumpulan biji (biasanya relatif kecil) berkumpul lepas di dalam ruang dalam, seringkali biji memiliki salut biji sangat lunak yang mirip lendir contoh buah berry antara lain buah tomat,anggur,terung dan jambu-jambuan.
Buah  pepo serupa dengan buah buni, namun dengan dinding luar yang lebih tebal dan kuat. Pada buah yang masak, di tengahnya sering terdapat ruangan dan daging buahnya bersatu dengan banyak biji di dalam ruangan tersebut. Contohnya adalah mentimun (Cucurbita) dan kerabatnya.
Buah hysperidium adalah variasi dari buah buni dengan tiga lapisan dinding buah. Lapisan luar yang liat dan berisi kelenjar minyak; lapisan tengah yang serupa jaringan bunga karang dan umumnya keputih-putihan; serta lapisan dalam yang bersekat-sekat, dengan gelembung-gelembung berisi cairan di dalamnya. Biji-biji tersebar di antara gelembung-gelembung itu. Contoh: buah jeruk (Citrus).
Buah Drupe memiliki tiga lapisan dinding buah. Eksokarp umumnya tipis menjangat (seperti kulit); mesokarp yang berdaging atau berserabut; dan endokarp yang liat, tebal dan keras, bahkan dapat amat keras seperti batu. Contohnya adalah mangga (Mangifera), dengan mesokarp berdaging; atau kelapa (Cocos), yang mesokarpnya berserabut.
Buah pome adalah buah yang memiliki Dinding luar liat, keras atau kaku, hampir seperti kayu; dinding dalam tipis, liat, bersekat-sekat. Masing-masing ruang dengan banyak biji. Selaput biji tebal berair dan dapat dimakan. Contohnya adalah delima (Punica), apel dan lainya.













  LAMPIRAN
LAPORAN PRODUKSI TANAMAN BUAH
ACARA I
“Klasifikasi Buah”


Oleh :
                                  NAMA :  Nico Dwi Ardiyansah       
     NPM      :  E1J013079
     Shift   :  Senin pukul 14:00-16.00 wib
     Dosen          :  Ir. Hermansyah, m.p.
     Coas   :   Ervi Sumarni
                       Vera Mayasari

          LABORATORIUM AGRONOMI
  FAKULTAS PERTANIAN
   UNIVERSITAS BENGKULU
 2016

BAB I
                                          PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Buah adalah organ pada tumbuhan berbunga yang merupakan perkembangan lanjutan dari bakal buah (ovarium). Buah biasanya membungkus dan melindungi biji. Aneka rupa dan bentuk buah tidak terlepas kaitanya dengan fungsi utama buah, yakni sebagai pemencar biji tumbuhan.
Pengertian buah dalam lingkup pertanian (hortikultura) atau pangan adalah lebih luas daripada pengertian buah di atas dan biasanya disebut sebagai buah-buahan. Buah dalam pengertian ini tidak terbatas yang terbentuk dari bakal buah, melainkan dapat pula berasal dari perkembangan organ lain. Karena itu, untuk membedakanya, buah yang sesuai menurut pengertian botani biasanya disebut sebagai buah sejati.
Buah seingkali memiliki nilai ekonomi sebagai bahan pangan maupun bahan baku industri karena di dalamnya disimpan berbagai macam produk metabolisme tumbuhan, mulai dari karbohidrat, protein, lemak , vitamin, mineral, alkaloid, hingga terpena dan terpenoid. Ilmu yang mempelajari segala hal tentang buah dinamakan pomologi. Buah yang digunakan dalam praktikum ini meliputi buah jeruk,buah apel,buah semangka, buah cherry,  dan buah tomat.
Buah terdapat dalam berbagai tipe sehingga sukar untuk menyusun suatu skema pengelompokan yang dapat mencakup semua macam buah yang telah dikenal. Belum lagi adanya kekeliruan yang mempertukarkan pengertian biji dan buah (misal: 'biji' jagung, yang sesungguhnya adalah buah secara botani). Buah sejati (yang merupakan perkembangan dari bakal buah) maupun buah semu dapat dibedakan menjadi tipe dasar buah sebagai berikut:
1.       Buah sederhana (simple fruit), buah yang terbentuk dari satu bunga dengan satu bakal buah, yang berisi satu biji atau lebih, dibedakan lebih lanjut menjadi: (a) buah kering (siccus), yakni yang bagian luarnya keras dan mengayu atau seperti kulit yang kering dan (b) buah berdaging (carnosus), yang dinding buahnya tebal berdaging,
  1. Buah semu (accesory fruit), jika buah berkembang dari satu atau beberapa bakal buah bersama-sama dengan jaringan yang bukan merupakan bagian dari bakal buah
  2. Buah agregat (aggregate fruit), jika buah terbentuk dari satu bunga yang memiliki banyak bakal buah, tiap-tiap bakal buah tumbuh menjadi buah tersendiri, lepas-lepas, tetapi akhirnya menjadi kumpulan buah yang tampak seperti satu buah,
  3. Buah majemuk (multiple fruit), buah terbentuk dari bunga majemuk, dari banyak bunga (dan banyak bakal buah), yang pada akhirnya seakan-akan menjadi satu buah saja.
1.2 Tujuan Praktikum          
 1. Mengenal klasifikasi tanaman buah.
 2. Mengenal morfologi buah yang dinding ovari berdaging berisi satu atau lebih carpel dan biji-biji (Buah Berry, Buah Pepo, dan Buah Hysperidium).
 3. Mengenal morfologi buah yang hanya sebagian dari pericarp yang berdaging (buah drupe   dan buah pome).


















BAB II
  TINJAUAN PUSTAKA

Bunga sangat beragam bentuknya , meskipun demikian, persamaan yang pokok diantara bunga bermacam tumbuhan itu lebih besar dibandingkan dengan kelainannya, karena semua bunga mempunyai kerangka struktur dasar yang sama. Menurut botaniawan, bunga adalah sepotong batang atau cabang dengan sekumpulan daun yang mengalami metamorfosis yang berhubungan dengan fungsinya untuk bereproduksi. (Tjitrasam, 1983).
Biji merupakan suatu struktur kompleks, yang terdiri dari embrio atau lembaga, kulit biji dan persediaan makanan cadangan. Dalam biji banyak tumbuhan, makanan disimpan di dalam lembaga biji itu sendiri, pada tumbuhan lain, makanan disimpan dalam jaringan di sekililingnya. Cerita lengkap mengenai biji harus menerangkan perubahan-perubahan yang terjadi dalam stamen dan pistil, proses penyerbukan, perkembangan embrio, pembentukan kulit biji dan perkembangan penyediaan cadangan makanan yang digunakan oleh tumbuhan muda ketika biji berkecambah (Yuniarsih, 1996).
Menurut Kamil (1982) Biji dibentuk dengan adanya perkembangan bakal biji. Pada saat pembuahan, tabung sari sari memasuki kantung embrio melalui mikropil dan menempatkan dua buah inti gamet jantan padanya. Satu diantaranya bersatu dengan inti sel telur dan yang lain bersatu dengan dua inti polar atau hasilnya penyatuan, yaitu inti sekunder. Penyatuan gamet jantan dengan sel telur menghasilkan zigot yang tumbuh menjadi embrio. Penyatuan gamet jantan yang lain dengan kedua inti polar menghasilkan inti sel endosperm pertama yang akan membelah-belah menghasilkan jaringan endosperm. Proses yang melibatkan kedua macam pembuahan (penyatuan) tersebut dinamakan pembuahan ganda.
Biji masak terdiri dari tiga bagian yaitu: embrio dan endosperm yang  dihasilkan dari pembuahan ganda serta kulit biji yang dibentuk oleh dinding bakal biji, termsuk kedua integumentnya. Biji adalah ovule yang dewasa (mature ovule). Biji bisa terbentuk satu atau lebih di dalam satu ovary pada legume, tetapi tidak pernah lebih dari satu biji terbentuk dalam ovary pada monocot. Setiap biji matang (mature seed) selalu terdiri paling kurang bagian embryo dan kulit biji (Tjahjadi,1988).
Dinyatakan bahwa embryo terbentuk dari telur yang dibuahi (zygot) dengan mengalami pembelahan sel didalam embryosac. Pada serealia dan rerumputan monocot embryo terdiri atas cotyledon dan embryonic axsis. Setiap biji yang sangat muda dan sedang tumbuh seperti pada tanaman serealia seperti jagung, padi, gandum selalu terdiri dari tiga bagian yaitu embryo, kulit biji dan endosperm. (Tjitrosoepomo,1985).
BAB III
METODOLOGI
3.1  Bahan Dan Alat
Bahan : 1. Pericarp berdaging,Buah berry (tomat), buah pepo (semangka), buah hysperidium    
                (jeruk), buah drupe (cherry), buah pome (apel).
             2. Pericarp kering (karena jarang ada yang termasuk buah-buahan jadi tidak perlu).
Alat     : Alat tulis (kertas kosong/buku gambar dan pensil), pisau, curter.

3.2 Cara Kerja
1.  Coas melakukan pre-test untuk Acara I.
2.  Menyiapkan buah-buahan mewakili masing-masing klasifikasi ( tomat, semangka, jeruk,   cherry dan apel).
3.  Menyiapkan alat-alat tulis dan kertas gambar.
4.  Menggambar morfologi buah. Menyebutkan bagian-bagiannya secara lengkap.
5. Mengiris secara membujur preparat buah segar yang sudah disiapkan. Praktikan menggambar dan menyebutkan bagian-bagianya.
6.  Menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut. Apa yang dimaksud dengan buah berry, buah pepo, buah hysperidium, buah drupe dan buah pome
7.  Laporan sementara dikumpulkan dan di paraf coas.
8.  Tugas laporan, dikumpulkan sebelum acara praktikum selanjutnya dimulai.











BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Hasil Pengamatan
Buah
Keterangan
Buah Jeruk                                   Poros tengah
                                    Mesokarp

                 Kulit biji (eksokarp)      Plasenta           biji
     Strukturnya buah jeruk  yaitu eksokarp, mesokarp, Endocarp, biji , plasenta, poros tengah.
      Eksokarp hanya memiliki ketebalan sekitar 0,5 cm. Kemudian mesocarp memiliki ketebalan dan serat sekitar 3 cm. Lalu plasenta memiliki tipe
Buah Tomat

           Strukturnya yaitu eksokarp, mesokarp, endocarp, biji, culumella, plasenta, septa,  dan locul.
            Eksokarp buah tomat memiliki ketebalan sekitar 0,2 cm. Kemudian buah tomat memiliki septa sebagai penghubung (tulang buah). Kemudian plasenta tipe axile.
Buah apel
             Buah apel termasuk kedalam buah pome yang memiliki kulit buah yang tipis. Buah apel memiliki struktur antara lain eksokarp, mesokarp, plasenta, dan biji.
           Eksokarp sangat tipis hanya sekitar 0,1 mm. Kemudian daging buah (mesokarp) sangat tebal dan biasanya terdapat biji dibagian tengah buah.  Tipe plasenta buah yaitu axile, dimana terdapat biji dibagian tengah buah.


Buah Semangka              Mesokarp
                                                         Eksokarp
        
                                                 Biji
       Buah semangka termasuk kedalam buah pepo, dinding luar yang lebih tebal dan kuat. Pada buah yang masak, di tengahnya sering terdapat ruangan dan daging buahnya bersatu dengan banyak biji di dalam ruangan tersebut.
            Struktur buah semangka terdiri dari eksokarp, mesokarp, dan biji. Eksokarp buah semangka cukup tebal yaitu sekitar 1 cm kemudian daging buah (mesokarp) dapat berukuran hingga 10 cm serta terdapat banyak biji.
Buah Cherry
                                                        biji
                                                      
                  eksokarp                      pericarp

Buah cherry adalah buah berdaging yang terbentuk dari bakal buah (ovarium) tunggal. Secara morfologi, semua lapisan pembungkusnya (perikarp) lunak: lapisan terluar (eksokarp atau epikarp) tipis dan lunak, lapisan dalamnya (mesokarp dan endokarp kerap tidak dapat dibedakan) tebal, lunak, dan berair.


4.2 Pembahasan
Dari hasil pengamatan, didapatkan berbagai struktur yang terdapat pada tanaman, yaitu struktur biji dan struktur buah. Namun dalam acara praktikum kali ini, hanya struktur buah yang lebih dipelajari.
Buah merupakan perkembangan dari ovary. Buah memiliki bagian yang disebut sebagai perikarp, yaitu dinding buah yang berasal dari perkembangan dinding bakal buah pada bunga. Perikarp ini dibagi ke dalam beberapa lapisan yaitu, lapisan paling luar yang disebut exocarp atau epikarp, lapisan pada bagian tengah yang disebut mesocarp, dan lapisan paling dalam yang disebut endocarp. Buah yang diamati pada praktikum yaitu buah berry (tomat), buah pepo (semangka), buah hysperidium (jeruk), buah drupe (cherry), dan buah pome (apel).
Buah jeruk (Citrus sp) termasuk kedalam tipe buah sederhana (Simple fruits) dimana buah yang terdiri dari satu ovary dalam satu pistil. Buah tipe ini mungkin mempunyai biji satu atau lebih, ovary superior atau inferior. Kebanyakan angiosperm mempunyai buah sederhana. Strukturnya yaitu eksokarp, mesokarp, Endocarp, biji ,plasenta, poros tengah.
 Buah Tomat (Solanum lycopersicum) termasuk kedalam tipe buah sederhana (Simple fruits) dimana buah yang terdiri dari satu ovary dalam satu pistil. Buah tipe ini mungkin mempunyai biji satu atau lebih, ovary superior atau inferior. Strukturnya yaitu eksokarp, mesokarp, endocarp, biji, culumella, plasenta, fumiculus, septa,  dan locul.
             Buah yang diamati berikutnya adalah buah apel (pome). Struktur dari  buah apel terdiri dari kulit biji (spermodermis) yang berasal dari selaput bakal biji (integumentum). Kulit biji ini dibedakan menjadi 2 bagian yaitu lapisan kulit luar (testa) yang berfungsi sebagai pelindung utama bagi bagian biji yang ada di dalam dan lapisan kulit dalam (tegmen), biasanya tipis seperti selaput, sering dinamakan juga kulit ari. Biji apel juga memiliki bagian yang menghubungkan biji dengan tembuni dan merupakan tangkai biji yang disebut tali pusar (funiculus). Di dalam biji apel juga terbapat lembaga (embryo) yang merupakan calon tumbuhan baru.
Buah yang diamati selanjutnya adalah buah semangka. Semangka adalah salah satu jenis tanaman yang merambat yang termasuk kedalam suku Cucurbitaceae (Labu-labuan). Buah semangka berbentuk bulat/lonjong dengan warna kulit luar berwarna hijau. Jika sudah masak, dalam buah semangka berwarna merah dan banyak biji yang menempel. Biji semangka berbentuk pipih lonjong dengan ukuran panjang sekitar 1 cm dan lebar sekitar 0,5 cm. Daun semangka berukuran cukup besar, berlekuk-lekuk tepinya, berwarna hijau dan bunga berwarna kuning.
Buah berry termasuk kedalam jenis buah tunggal berdaging yang terbentuk dari bakal buah (ovarium) tunggal. Secara morfologi, semua lapisan pembungkusnya (perikarp) lunak: lapisan terluar (eksokarp atau epikarp) tipis dan lunak, lapisan dalamnya (mesokarp dan endokarp kerap tidak dapat dibedakan) tebal, lunak, dan berair. Buah cherry memiliki satu biji didalamnya sebagai alat perkembangan generatif.
Klasifikasi buah tiap jenis memiliki perbedaan struktur. Perbedaan struktur terjadi karena tiap buah memiliki taksonomi tanaman yang berbeda-beda. Masing-masing jenis buah memiliki keunggulan ataupun keunikan yang menjadikan buah tersebut diminati banyak konsumen karena terdapat vitamin dan mineral.  Buah memiliki perbedaan baik dari eksokarp,mesokarp,endokarp,plasenta dan struktur lain. Buah yang memiliki eksokarp tebal lebih cenderung tahan serangan bakteri atau lalat sedangkan buah yang memiliki kulit yang tipis cenderung lebih mudah terserang bakteri atau lalat sehingga cepat busuk.
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Berdasarakan praktikum yang telah dilaksanakan, maka dapat disimpulkan bahwa :
1.      Klasifikasi buah pada masing-masing jenis tanaman memiliki perbedaan. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari eksokarp, mesokarp, endokarp, tipe plasenta, biji dan struktur buah yang lain.
2.      Buah yang terdapat satu atau lebih carpel antara lain buah hyperidium dan buah berry. Buah hysperidium cenderung memiliki banyak carpel dan masing-masing carpel terdapat biji contohnya buah jeruk. Buah berry memiliki terdapat banyak biji pada masing-masing locul/carpelnya. Buah pepo biasanya hanya terdapat satu carpel dan didalamnya terdapat banyak biji contohnya semangka dan melon.
3.      Buah drupe dan buah pome merupakan buah yang memiliki lapisan luar (kulit buah) atau eksokarp yang keras sehingga perlu alat untuk membukanya contoh buah tersebut adalah kelapa dan apel. Buah tersebut cenderung memiliki serat pada bagian mesokarpnya.
















DAFTAR PUSTAKA

Kamil, Jurnalis. 1982. Teknologi Benih 1. Penerbit Angkasa. Bandung.
Tjahjadi, 1988. Salak. Kanisius: Yogyakarta.
Tjitrasam, 1983. Botani Umum I. Angkasa: Bandung.
Tjitrosoepomo, Gembong. 1985. Morfologi Tumbuhan. UGM Press
Yuniarsih, 1996. KEDELAI. Kanisius: Yogyakarta.




















Soal dan Jawaban Pertanyaan
Soal :
1.      Apa yang dimaksud dengan buah berry, buah pepo, buah hysperidium, buah drupe dan buah pome ?
Jawaban :
Buah berry adalah buah berdaging yang terbentuk dari bakal buah (ovarium) tunggal. Secara morfologi, semua lapisan pembungkusnya (perikarp) lunak: lapisan terluar (eksokarp atau epikarp) tipis dan lunak, lapisan dalamnya (mesokarp dan endokarp kerap tidak dapat dibedakan) tebal, lunak, dan berair. Biji atau kumpulan biji (biasanya relatif kecil) berkumpul lepas di dalam ruang dalam, seringkali biji memiliki salut biji sangat lunak yang mirip lendir contoh buah berry antara lain buah tomat,anggur,terung dan jambu-jambuan.
Buah  pepo serupa dengan buah buni, namun dengan dinding luar yang lebih tebal dan kuat. Pada buah yang masak, di tengahnya sering terdapat ruangan dan daging buahnya bersatu dengan banyak biji di dalam ruangan tersebut. Contohnya adalah mentimun (Cucurbita) dan kerabatnya.
Buah hysperidium adalah variasi dari buah buni dengan tiga lapisan dinding buah. Lapisan luar yang liat dan berisi kelenjar minyak; lapisan tengah yang serupa jaringan bunga karang dan umumnya keputih-putihan; serta lapisan dalam yang bersekat-sekat, dengan gelembung-gelembung berisi cairan di dalamnya. Biji-biji tersebar di antara gelembung-gelembung itu. Contoh: buah jeruk (Citrus).
Buah Drupe memiliki tiga lapisan dinding buah. Eksokarp umumnya tipis menjangat (seperti kulit); mesokarp yang berdaging atau berserabut; dan endokarp yang liat, tebal dan keras, bahkan dapat amat keras seperti batu. Contohnya adalah mangga (Mangifera), dengan mesokarp berdaging; atau kelapa (Cocos), yang mesokarpnya berserabut.
Buah pome adalah buah yang memiliki Dinding luar liat, keras atau kaku, hampir seperti kayu; dinding dalam tipis, liat, bersekat-sekat. Masing-masing ruang dengan banyak biji. Selaput biji tebal berair dan dapat dimakan. Contohnya adalah delima (Punica), apel dan lainya.













  LAMPIRAN

1 komentar: